Program Gerakan Jum'at Berkah SMP Negeri 6 Sungai Tebelian

        KURNIAWAN,S.SOS

CGP ANGKATAN 4 SINTANG

SMP NEGERI  6 SUNGAI TEBELIAN

KALIMANTAN BARAT

Modul 3.3.a.10 Aksi Nyata

Pengelolaan Program yang berdampak pada Murid

Nama Program      :  Gerakan Jum’at Berkah (GJ’B) meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan

                                    yang Maha Esa SMP Negeri 6 Sungai Tebelian

Kegiatan Program : Intrakurikuler

 


Latar belakang

Program/kegiatan intrakurikuler merupakan merupakan program/kegiatan utama sekolah yang dilakukan dengan menggunakan alokasi waktu yang telah ditentukan dalam struktur program sekolah. Program/Kegiatan ini dilakukan oleh guru dan murid dalam jam pelajaran setiap hari dan ditujukan untuk mencapai tujuan minimal dari setiap mata pelajaran dalam kurikulum. Sementara itu, program/kegiatan kokurikuler merupakan program/kegiatan yang dilaksanakan sebagai penguatan atau pendalaman kegiatan intrakurikuler. Program/kegiatan ini meliputi kegiatan pengayaan mata pelajaran, kegiatan ilmiah, pembimbingan seni dan budaya, dan/atau bentuk kegiatan lain yang dapat menguatkan karakter murid. Sedangkan program/kegiatan ekstrakurikuler adalah program/kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan sekolah, dan diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik.

Saat mereka menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran mereka sendiri atau kita katakan saat peserta didik memiliki Agency, maka mereka sebenarnyamemiliki suara  (voice), pilihan ( Choice ), dan kepemimpinan (ownership ) dalam proses pembelajaran mereka. Lewat suara, pilihan, kepemilikan inilah peserta didik kemudian mengembangkan kapasitas dirinya menjadi seorang pemilik bagi proses belajarnya sendiri. Tugas kita sebagai guru sebenarnya hanya menyediakan lingkungan yang menumbuhkan budaya dimana pesrta memiliki suara, pilihan dan kepemilikan dalam apa yang mereka pikirkan, niat yang mereka terapkan, bagaimana mereka melaksanakan  niat mereka. Dan bagaimana mereka merefleksikan tindakan mereka.

Proses Jalannya Aksi Nyata

SMP Negeri 6 sungai Tebelian berada di Desa Manter, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang. Setelah saya menjalani pendidikan guru penggerak, saya calon guru penggerak angkatan 4 sintang membuat rencana program sekolah yang saya beri judul Budaya Peduli Lingkungan. Awal dari program tersebut saya sampaikan kepada kepala sekolah. Program tersebut di sambut baik oleh kepala sekolah dengan alasan bahwa saat pandemi Program sekolah belum berjalan. Dan program yang saya sampaikan atas saran kepala sekolah disosialisasikan kepada rekan guru di sekolah dengan harapan untuk dapat bersama-sama dalam penyempurnaan program Budaya peduli Lingkungan di SMP Negeri 6 Sungai Tebelian.

Budaya Peduli Lingkungan adalah program yang disepakatai bersama kepala sekolah, saya sebagai calon guru penggerak beserta rekan sejawat. Program Budaya Peduli Lingkungan   maknanya membiasakan dan menjadi tebiasa

Tujuan utama melaksanakan Program Budaya Peduli Lingkungan

1.      Menciptakan  dan menumbuhkan karakter murid dengan program-program yang kami sepakati

2.      Menciptakan dan menumbuhkan sikap  peduli dan bertanggung jawab melalui program keyakinan dalam kesepakatan kelas

3.      Membangun kesadaran peserta didik budaya peduli lingkunagan

4.      Menumbuhkan kemampuan berpikir kritis peserta didik

5.      Menumbuhkan jiwa kepemimpinan murid

6.      Menumbuhkan budi pekerti dan kepribadian yang baik kepada peserta didik

PROGRAM BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN

Pada skema program dibawah terlihat jelas program yang dilaksanakan semua melalui proses seperti budaya dan peduli salam sapa, budaya dan peduli religius, budaya dan pedi\uli sehat, budaya dan peduli, budaya dan peduli bersih, budaya dan  peduli gotong royong, budaya dan peduli literasi, budaya dan peduli numerasi, budaya dan peduli terknologi informasi, budaya dan peduli wisata edukasi, serta mewujudkan profil pelajar pancasila. Ini bentuk wujud dari budaya positif sekolah berdampak kepada peserta didik.

Pada aksi nyata kali ini SMP Negeri 6 sungai Tebelian  membuat suatu rangkaian  program yang berdampak pada peserta didik Tindak lanjut dari Program "BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN." yang baru di mulai sekitar bulan mei 2022  kami beri judul  GERAKAN JUM’AT BERKAH (GJ’B). Gerakan Jum’at berkah ini  di prakarsai Peserta didik di mana saat ide mereka ungkapkan dalam makna menyisihkan uang jajan untuk kelas dan keperluan kelas. Di benak kami guru berkomitmen dan menyampaikan hal ini kepada kepala sekolah dan di terima baik, dan kami mensosialisasikan keorang tua juga orang tua tidak keberatan akhirnya kami sampaikan ke peserta didik bahwa program kita ini kita beri judul Gerakan Jum'at Berkah (GJ'B)  dengan tujuan utama :

1.   Meningkatkan Iman dan Takwa Peserta Didik

      2.  Menumbuhkan sikap Sosial Emosional Peserta Didik    


HASIL AKSI NYATA YANG DILAKUKAN

Sosialisasi bersama Orang Tua peserta didik













Melalui Program Gerakan Jum’at Berkah  yang dilakukan setiap hari jum’at dengan menyisihkan uang jajan, peserta didik mendapat ilmu dan wawasan luas tentang kepedulian terhadap sesama manusia dan mampu berpikir kritis dan bersikap disiplin terhadap diri dan lingkungan sekitar. Pembelajaran  yang dilakuan sudah mencerminkan keberpihakan pada murid. Pembelajaran   sudah mengakomodir harapan semua warga sekolah. Pembelajaran Sudah mengoptimalkan potensi yang dimiliki, terbukti dengan sarpras yang terbatas mampu berbuat yang lebih efaktif. Program Jum’at Berkah (GJ’B) ini dilakukan berdasarkan visi sekolah yaitu Mewujud insan pembelajar yang religius, berprestasi, ramah lingkungan,berjiwa nasional serta berdaya saing global. Dan tidak terlepas dari misi sekolah yaitu

·    Mengembangkan potensi spiritual dan kebiasaan menjalankan ajaran agama sesuai dengan keyakinan masing-masing peserta didik

·     Mengoptimalkan pembelajaran  yang efektif

·  Mengembangkan Potensi murid melalui pelayanan bimbingan Konseling, IT, ektrakurikuler, dan  gerakanliterasi sekolah

·         Membudayakan pengelolaan lingkungan hidup dengan cara reuse, reduce, recycle

·         Membudayakan berkomunikasi yang santun,berbudi pekerti luhur, dan berestetika

·         Membangun jejaring antar warga sekolah, orangtua,masyarakat, dan pemerintah

Mewujudkan lulusan yang berkarakter, berilmu, berketerampilan dalam mewujudkan profil pelajar

·         pancasila yang siap berkompetensi di kancah daerah, nasional maupun internasional

Kegiatan program Gerakan Jum’at Berkah tidak terlepas dari dukungan orang tua peserta didik. Kami juga mensosialisasikan  dengan orang tua peserta didik. Program  ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk  meningkatkan iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan tidak memamandang suku, ras, serta agama. Program yang berbhineka global

Gerakan Jum’at Berkah Guru

Guru Memberi teladan Peserta Didik





Peserta Didik Membangun Karakter diri












Lingkungan yang menumbuhkembangkan kepemimpinan murid dan peran keterlibatan komunitas dalam menumbuhkembangkan kepemimpinan murid seperti padi yang hanya tumbuh subur pada lingkungan yang sesuaimaka program Gerakan Jum’at Berkah ini akan menumbuhkembangkan peserta didik akan tumbuh dengan lebih subur jika sekolah dapat menyediakan lingkungan yang cocok untuk mereka menumbuhkan nilai religius dalam diri mereka.

Perasaan ( Feelings )

Perasaan kami dalam hal ini saya sebagai calon Guru Penggerak  menjalan kan Aksi Nyata ini sangat  senang karena kami (saya) telah melaksanakan program Budaya Peduli Lingkungan dalam konteks Gerakan Jum’at Berkah merupakan penerapan  dari visi sekolah mewujudkan insan pembelajar yang Relius.kami sebagai guru apayang dikatan bapak Ki hajar dewantara harus bisa menuntun peserta didik menjadi insan pembelajar yang berkarakter, punya pengetahuan serta keterampilan sebagai bekal masa depan mereka nanti setelah terjun di masyarakat. Namun kekawatiran saya juga terhadap murid apakah dengan Gerakan Jum’at Berkah ini, Peserta didik mampu termotivasi dalam mengembangkan diri dan apakah yang dilaksanakan mereka melalui hati, karena antusias mereka terhadap gerakan ini sangat luar biasa senang dan Gerakan Jum’at berkah meningkatkan iman dan takwa mereka serta rasa empati yang tinggi.

Pembelajaran ( Finding)

Pembelajaran yang di peroleh dari Aksi Nyata peserta didik  mampu Meningkatkan iman dan takwa serta menumbuhkan sikap sosial emosional dalam melaksanakan Program Gerakan Jum’at Berkah di SMP Negeri 6 Sungai tebelian.bersama guru mewujudkan insan pembelajar yang religius. Hasil dari Gerakan Jum'at Berkah ini  akan di gunakan ketika terjadi musibah diantara warga sekolah dapat di manfaatkan untuk membentu dalam bentuk santuan, dan juga tidak menutup kemungkin warga di sekitar sekolah menjadi target santunan tersebut. Dari aksi nayata ini saya mendapat banyak pelajaran penting, bagaimana saya menyusun dan mengelola sebuah program membentuk koordinator dan penanggung jawab program baik dari Guru maupun OSIS yang berdampak pada peserta didik dengan pemetaan aset model BAGJA. saya juga menyadari pentingnya kolaborasi antar pemengku kepentinan untuk suksesnya program Gerakan Jum'at Berkah. saya juga menyadari bahwa peran guru tidak terbatas apa proses belajar mengajar di kelas saja namun harus peduli dan ikut terlibat dalam mengelola program yang berdampak pada peseta didik.

Harapan ( Hope )

Dengan Program Gerakan Jum’at Berkah ini harapan kami dalam hal ini saya  calon guru penggerak  berharap peserta didik selain menjalan kan visi sekolah juga harus mampu menjalankan misi sekolah seperti :

·         Mengembangkan potensi spiritual dan kebiasaan menjalankan ajaran agama sesuai dengan keyakinan masig masing

·         Mengoptimalkan pembelajaran  yang efektif

·         Mengembangkan Potensi murid melalui pelayanan bimbingan Konseling, IT, ektrakurikuler, dan gerakan literasi sekolah

·         Membudayakan pengelolaan lingkungan hidup dengan cara reuse, reduce, recycle

·         Membudayakan berkomunikasi yang santun,berbudi pekerti luhur, dan berestetika

·         Membangun jejaring antar warga sekolah, orangtua,masyarakat, dan pemerintah

·         Mewujudkan lulusan yang berkarakter, berilmu, berketerampilan dalam mewujudkan profil pelajar  pancasila yang siap berkompetensi di kancah daerah, nasional maupun internasional

Karena tujuan yang diingin kan adalah Mewujudkan budaya disiplin positip di sekolah dan masyarakat dengan mensosialisaikan ke seluruh warga sekolah. Penerapan bersama-saama dengan warga belajar dan lingkungan di sekitar sekolah. Sumber daya yang dibutuhkan adalah Kepsek, Guru, Tendik,, Kesepakatan Hasil sosialisai “ Budaya Peduli Lingkungan” dan melibatkan Warga Sekolah, Elemen masyarakat   Pemdes, Poskesdes, Babinsa serta stakholder di wilayah sekolah.

Penerapan Kedepan ( Future )

Beberapa rencana yang akan diterapkan dalam program “Budaya Peduli Lingkungan.” Kedepannya seperti Gerakan Jum’at berkah ini supaya kontinyu  dan dapat menjadi tidak lanjut. Lebih mengaktifkan kegiatan Intakurikuler di lingkungan sekolah untuk memberi bimbingan serta tuntunan terhadap sikap peduli sesama manusia yang berpedoman pada iman dan takwa terhadap Tuhan yang Maha Esa.

Kesimpulan

Dalam penerapan program sekolah yang berdampak pada murid harus memperhatikan :

7 Lingkungan yang menumbuhkembaangkan kepemimpinan murid (di sadur dari Noble

    noble, T. & McGrath, 2016)

1.      Lingkungan yang menyediakan kesempatan menggunakan pola pikir positif, hingga berkemampuan dan berkeinginan untuk  memberikan pengaruhn positif kepada kehidupan orang lain dan sekelilingnya

2.      Lingkungan yang mengembangkan kemampuan keterampilan berinteraksi  ssosial secara positif arif dan bijaksana

3.      Lingkungan yang melatih keterampilan yang dibutuhkan peserta didik dalam proses  pencapaian tujuan akademik  maupun non-akademik

4.      Lingkungan melatih murid untuk menerima dan memahami kekuatan diri, sesama serta masyarakat dan lingkungan di sekitarnya

5.      Lingkungan yang membuka wawasan peserta didik agar dapat menentukan  dan menindak lanjuti  tujuan, harapan, atau mimpi yang manfaat dan kebaikanya melampau pemenuhan kepentingan  individu, kelompok, maupun golongan

6.      lingkungan tersebut berkomitmen untuk menempatkan peserta didik sedemikian rupa sehingga aktif menentukan  proses belajarnya sendiri

7.      lingkungan tersebut menumbyhkan daya lenting dan sikap tangguh peserta didik untuk terus di tengah kesempatan dan kesulita, sehingga potensi kepemimpinannyaAgar dapat menjadikan murid sebagai pemimpin bagi proses pembelajarannya sendiri, maka kita perlu memberikan kesempatan kepada peserta didk  untuk mengembangkan kapasitasnya dalam mengelola pembelajaran mereka sendiri , sehingga potensi kepemimpinannya dapat berkembang dengan baik.ketika peserta didik mengembangkan Agency, mereka mengandalkan motivasi, harapan, efikasi diri dan Growth mindset (pemahaman bahwa kemampuan dan kecerdasan dapat dikembangkan) untuk menavigasi diri mereka menuju kesejahteraan lahir batin (wellbeing). Hal ini memungkinkan mereka untuk bertindak dengan memiliki tujuan, yang membimbing mereka untuk berkembang di masyarakat. Konsep kepemimpinan peserta didik berakar pada  prinsip bahwa peserta didik memiliki kemampuan dan keinginan untuk secara positif mempengaruhi kehidupan mereka sendiri dan dunia di sekitar mereka. Kepemimpinan peserta didik dapat dilihat sebagai kapasitas untuk menetapkan tujuan, melakukan refleksi dan bertindak secara bertanggung jawab untuk menghasilkan perubahn. Kepemimpinan peserta adalah tentang peserta didik yang bertindak secara aktif, dan membuat keputusan serta pilihan yang bertanggung jawab, dari pada hanya sekedar menerima apa yang di tentukan oleh orang lain.Profil pelajar pancasila adalah muaradari konsep merdeka belajar dan pembelajar sepanjang hayat yang ingin di bangun lewat upaya menumbuhkembangkan kepemimpinan murid. Guru menyediakan kesempatan peserta didik untuk mengembangkan profil positif dirinya, yang kemudian dapat terwujud sebagai pelajar pancasila yang tidak hanya  menjadi pribadi yang merdeka, namun juga menjadi pribadi yang memerdekakan bangsanya. Saat peserta didik menjadi pemimpin dalam proses pembelajaran mereka sendiri sebenarnya memiliki Suara ( Voice ), Pilihan ( Choice ), dan Kepemilikan ( Ownership ) dalam proses pembelajaran mereka. Melalui suara, pilihan, dan Kepemilikan peserta didik mengembangkan kapasitas dirinya  bagi seorang pemilik bagi proses belajarnya sendiri. Guru hanya menyediakan lingkungan yang menumbuhkan budaya dimana peserta didik memiliki suara, pilihan, dan kepemilikan dalam apa yang mereka pikirkan, niat yang mereka terapkan, bagaimana mereka melaksanakan niat mereka, serta merefleksikan tindakan mereka.



  KI HAJAR DEWANTARA

Maksud pengajaran dan pendidikan yang berguna untuk perikehidupan bersama   

  adalah   memerdekakan manusia sebagai anggota persatuan (rakyat).”

 

                                                       Semoga Bermanfaat

                                                          SALAM DAN BAHAGIA



 

                                             

Komentar