Penerapan Budaya Positif Melalui Program sekolah dan keyakinan dalam kesepakatan kelas di SMP Negeri 6 Sungai Tebelian
Kurniawan
CGP Angkatan 4 Sintang
Kalimantan Barat
Abstrak
Pendidikan Merupakan Suatu Upaya Untuk Mengembangkan Potensi Dalam Diri Manusia Melalui Kegiatan Belajar Mengajar, Salah Satu Penunjang Terbesar Akan Berhasilnya Suatu Pembelajaran Yakni Adanya Minat Belajar Dalam Diri Peserta Didik Tumbuhnya Minat Belajar Dalam Peserta Didik Dapat Diciptakan Dengan Adanya Motivasi Dalam Belajar.Seorang Anak Akan Termotivasi Untuk Belajar. Jika Terdapat Motivator Yang Mendorongnya Untuk Menumbuhkan Pentingnya Belajar Untuk Sebuah Pendidikan dalam jiwa mereka, motivator yang berperan Aktif dalam situasi Ini adalah Seorang Guru Atau Pendidik, Karena pendidik akan membimbing , membina, mengarahkan dan Juga mengantarkan peserta didik menuju jalan yang diinginkannya.
Membangun karakter siswa yang baik sebagai dan warga negara sangat penting untuk segera dilakukan, sebab dewasa ini banyak generasi muda yang berperilaku negatif seperti berkata kotor, berbohong, suka berkelahi, perundungan (bullying) dan ini mengindikasikan bahwa masalah karakter siswa belum banyak diberikan di sekolah. Selama ini dunia pendidikan kita lebih menekankan pada pengembangan prestasi akademis yang ditandai dengan pencapaian nilai ujian nasional yang tinggi sehingga dampak yang muncul adalah banyaknya siswa yang pandai, namun memiliki karakter yang kerdil seperti motivasi untuk meraih prestasi yang rendah, kurang percaya diri, kemampuan komunikasi yang rendah sehingga kesulitan mengambil keputusan dan bergantung pada orang lain.
Tujuan pendidikan karakter adalah membentuk karakter yang baik, yakni hidup dengan perilaku yang benar dalam hubungannya dengan manusia, alam lingkungan dan dengan diri sendiri namun budaya sekolah dan Sekolah sebagai institusi pembentukan karakter.
Latar Belakang
Menumbuhkan budaya positif tidaklah mudah. kemampuan komunikasi yang rendah sehingga kesulitan mengambil keputusan dan bergantung pada orang lain.Tujuan pendidikan karakter adalah membentuk karakter yang baik, yakni hidup dengan perilaku yang benar dalam hubungannya dengan manusia, alam lingkungan dan dengan diri sendiri.
Pendidikan merupakan upaya yang terencana dalam proses pembimbingan dan pembelajaran bagi siswa agar berkembang dan tumbuh menjadi manusia yang mandiri, bertanggung jawab, kreatif, berilmu dan berakhlak mulia (Nofijantie, 2012, h. 2947). Berdasarkan hal tersebut saya selaku Guru Penggerak dan pasti siap bergerak, tergerak, dan menggerakan Stakholder untuk membuat program sekolah yang berlandaskan visi sekolah yaitu “Terwujudnya Insan Pembelajar yang Religius, Berprestasi, Ramah Lingkungan, Berjiwa Nasional, serta Berdaya Saing Internasioanl.” dengan membuat program sekolah yang saya beri judul “BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN”
SALAM SAPA, siswa hadir kesekolah disambut guru,dengan senyum dan menyapa, guru bertanya apa kabar siswa menjawab dengan senyum bahagia setiap hari ke sekolah
BERSIH, Siswa dan guru bersama-sama membersihkan lingkungan sekolah dengan mengambil sampah yang bertebaran disekeling lingkungan sekolah mengumpulkan ketempat sampah
SEHAT, Siswa dan guru bersama-sama mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan,memakai masker, jaga jarak, serta senam sehat setiap hari sabtu sebelum kegiatan pembelajaran di mulai
RELIGIUS, siswa di pandu wali kelas dan guru Pendidikan Agama untuk penguatan Imtak setiap hari kamis
LITERASI, siswa bersama guru setiap,selasa berliterasi sebelum aktivitas pembelajaran dimulai dengan membaca 1 buah buku, kemudian buku yang di baca di simpulkan atau di analisisis kedalam buku dan di persentasikan, tulisan boleh berupa cerita, puisi,atau cerpen
NUMERASI, siswa bersama wali kelas /guru mapel sebelum aktivitas pembelajaran di mulai berhitung mulai dari pembagian, perkalian dan pengurangan (Numerasi akan ada upaya pengetahuan dan keterampilan bukan hanya berhitung matematika tapi lebih pada kontekstual persoalan matematika, dan juga rumusan)
TEKNOLOGI INFORMASI, Siswa Setiap Hari Senin Membawa Hasil Downlod Tugas Yang Berhubungan Dengan Pendidikan, Ekonomi,Sosial, Dan Budaya Dalam Bentuk Print Out, Di Tempelkan Di Pohon Literasi Ilmu Pengetahuan Kelas, pada hari tertentu di jadwal membawa HP
GOTONG ROYONG, Berhubungan Ekstrakulikuler, Seperti Sain (IPA,Matematika,IPS) , Finansial (Koperasi sekolah), Tata Upacara Bendera Setiap Senin, Dan Tata Upacara Menyambut Hari-Hari Besar Nasional, Pramuka, Paskib Sekolah,Kebun Sekolah,Hari-Hari Besar Keagamaan, Seni Dan Budaya (Membentuk Karakter Siswa, Belajar Mandiri, Kreatif, Inovatif
WISATA EDUKASI, Pembelajaran outdor dilakukan 1 bulan sekali kunjunan ke musium, keraton, Sanggar Seni dan Daerah Wisata lainnya, Wisata Alam dan Wisata Bahari
PENDIDIK (GURU), Pemimpin pendidikan dan pembelajaran, metode yang digunakan Metode Among, mendidik, membina berdasarkan kasih sayang (Menuntun, Pembimbingan, Fasilitator)
PESERTA DIDIK (MURID), Subjek Pembelajaran ( Cipta (pikiran), Rasa(Hati), dan karsa(Kemauan))
PROGRAM PEMBELAJARAN BERDASARKAN PROFIL PELAJAR PANCASILA, Konsep yang digunakan Pemikiran Ki hajar Dewantara,Ing Ngarso Sung Tuladha (Pendidik berda di depan memberi contoh atau teladan kepada peserta didik), Ing Madya Mangun Karsa ( Pendidik berada di tengah-tengah sebagai seorang yang dapat menciptakan ide atau gagasan daalam pembelajaran dan guru dapat menfasilitasi beragam metode dan strategi agar pembelajaran dapat di capai), Tut Wuri Handayani (Pendidik berada dibelakang untuk memberikan dorongan atau arah kepada peserta didik dalam mencapai tujuan secara berkelanjutan).
Menerapkan pendekatan disiplin positif dapat membantu sekolah memainkan peran penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil dan manusiawi. Murid cenderung menjadikan orang dewasa sebagai model; jika murid melihat orang dewasa menggunakan kekerasan fisik atau psikologis, mereka akan belajar bahwa kekerasan dapat diterima sehingga ada kemungkinan mereka akan menggunakan kekerasan terhadap orang lain. Sekolah memiliki peran penting dalam membimbing, memperbaiki, dan mensosialisasikan kepada murid mengenai perilaku yang sesuai. Agar perubahan berhasil, diperlukan pendekatan terkoordinasi yang melibatkan semua peran di komunitas sekolah. Sekolah perlu bekerja dengan orangtua untuk memastikan konsistensi antara rumah dan sekolah, serta membekali mereka dengan informasi dan alat untuk mempraktikkan disiplin positif di rumah. Langkah pertama dalam menerapkan pendekatan disiplin positif adalah mengembangkan visi bersama tentang apa yang ingin dicapai sekolah. Daripada berfokus pada masalah dan perilaku buruk, ada baiknya Anda mulai dengan melihat hal-hal positif yang sudah berhasil di sekolah. Ini memberikan landasan untuk membangun visi bersama bagi komunitas sekolah yang berpusat pada diri murid dan pemberdayaannya. Langkah untuk mendukung pemikiran dasar ini adalah memutuskan pihak yang dapat di ajak diskusi mengenai cara bagaimana sekolah dapat membawa visi tersebut menjadi kenyataan. Disiplin positif bukanlah: Membiarkan peserta didik melakukan apa pun yang mereka inginkan,Tentang tidak memiliki aturan, batasan atau harapan, Tentang reaksi jangka pendek hukuman alternatif untuk menampar, memukul dan mempermalukan. Solusi jangka panjang yang mengembangkan disiplin diri peserta didik, komunikasi yang jelas dan konsisten penguatan harapan, aturan, dan batasan secara konsisten didasarkan pada mengenal peserta didik dan bersikap adil, membangun hubungan yang saling menghormati dengan peserta didik, Mengajar peserta didik keterampilan seumur hidup, dan menumbuhkan kecintaan mereka belajar Mengajar sopan santun, tanpa kekerasan, empati, harga diri dan rasa hormat untuk orang lain, dan hak-hak mereka Meningkatkan kompetensi dan kepercayaan diri peserta didik. Permasalahan dengan murid berkaitan dengan komunikasi antara murid dengan guru, terutama ketika murid melanggar suatu aturan dengan alasan tidak mengetahui adanya aturan tersebut. Kurang adanya komunikasi ini menyebabkan relasi murid dan guru menjadi kurang akur. Salah satu langkah dalam menerapkan budaya disiplin positif adalah dengan membentuk lingkungan kelas yang mendukung terciptanya budaya positif, yaitu dengan menyusun kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas yang efektif dapat membantu dalam pembentukan budaya disiplin positif di kelas.
Tujuan
Setelah melaksanakan sosialisasi bersama Kepala Sekolah dan Rekan Sejawat, Program Sekolah BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN, menjadi kesepakatan bersama dalam menjalankan dan melaksanakannya di lingkungan sekolah kami, SMP Negeri 6 Sungai Tebelian, dan saya juga menerapkan kesepakatan kelas di empat kelas yang saya beri materi, karena kami sekolah baru, sementara hanya 4 Rombongan belajar, dan menurut saya lebih efektif memulai dan menciptakan budaya disiplin positif di sekolah kami, adapun tujuannya:
1. Menciptakan dan menumbuhkan karakter murid dengan program-program yang kami kesepakati
2. Menciptakan dan menumbuhkan sikap peduli dan bertanggung jawab melalui program keyakinan dalam kesepakatan kelas
Tolak Ukur
Tolak Ukur dari hasil Aksi Nyata ini bertujuan :
1. Melalui Program Sekolah BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN, terciptanya budaya disiplin Positif dilingkungan SMP Negeri 6 Sungai Tebelian
2. Melalaui Kesepakatan Kelas akan tercipta kelas yang kondusif antara Guru dan murid konsisten dan bertanggung jawab
Dukungan Yang diperlukan
Pihak yang mendukung dalam menumbuh kembangkan Program BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN, dan Keyakinan dalam kesepakatan kelas yaitu :
1. Guru, menuntun, mengarahkan dan sebagai fasilitator dalam menerapkan Program BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN, dan bersama-sama menerapkan dan menciptakan Keyakinan dalam kesepakatan kelas
2. Kepala Sekolah, Mendukung dan mengawasi serta bertanggung jawab serta berpartisipasi dalam hal ini keterlibatan guru dan tenaga pendidik serta orang tua dalam menerapkan budaya disiplin Positif dilingkungan sekolah
3. Orang Tua, Sebagai Mitra Pembelajaran dan mengawasi serta menerapkan Budaya Disiplin Positif dilingkungan rumah dan masyarakat
4. Peserta Didik, dalam hal ini Murid, sebagai subjek untuk bersama-sama menjalankan serta menerapkan Budaya Disiplin Positif, baik disekolah, lingkungan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil
Dengan terlaksananya Program BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN, warga sekolah menjalankan dengan konsisten dan merasa bertanggung jawab dan merasa yakin program akan berjalan secara efektif dan efisien seperti yang tertuang di Latar Belakang, dan keyakinan yang saya buat bersama murid tentang kesepakatan kelas berdampak positif kepada murid, karena komitmen itu dilaksanakan dengan hati dan rasa tanggung jawab dalam penerapannya.
hasil kesepakatan kelas bisa dilihat di dokumentasi.
Dokumentasi
1. Sosialisasi Program Sekolah Budaya Peduli Lingkungan
VIDEO
Gambar 3 Budaya Peduli Sehat
VIDIO Olah Raga
VIDIO Senam
VIDIO latihan Upacara
Gambar 4 Budaya Peduli Bersih
VIDEO Linkungan Bersih
Gambar 4.2 Mencuci Tangan Dan Memakai Masker
Mencuci Tangan
Penerapan Segitiga Restitusi
Restitusi adalah Proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, akhirnya mereka bisa kembali pada kelompok mereka dengan karakter yang lebih baik (Gossen:2004)
Rencana Untuk Perbaikan
SMP Negeri 6 Sungai Tebelian berdiri tahun2020, saat Pandemi berlangsung, Pembelajaran Melalui Daring, pada Tahun 2021 Pembelajaran diadakan melalui PTMT, Program sekolah belum Efektif, dan saya mengusulkan kepada Kepala Sekolah untuk Membuat program sekolah, yang saya beri judul BUDAYA PEDULI LINGKUNGAN,Dalam Keyakinan Kelas, saya bersama Murid membuat Kesepakatan Kelas, yang mana kesepakatan ditulis murid dalam kertas 1 lembar, dibacakan ke Orang Tua, lalu di tanda tangani dan diantar kesekolah lagi karena orang tua aadalah mitra pembelajar bagi kami sebagai Guru, dan penerapannya di mulai pada semester genap ini, hal hasil yang akan diperbaiki adalah :
1. Secara Konsisten menjalan Program,Budaya Peduli Salam Senyum Sapa, Budaya Peduli Sehat, Budaya Peduli Bersih, Budaya Peduli Gotong Royong
2. Akan Menerapkan Budaya Peduli Religius, Budaya Peduli Informatika, Budaya Peduli Literasi, Budaya Peduli Numerasi, dan Wisata Edukasi
3. Untuk kesepakatan Kelas rencana akan dibuaat, Kreatifitas kelas, di tanda tangan ketua dan sekretaris, mengetahu wali kelas, Orang Tua perwakilan, dan Kepala sekolah
4. Mengajak Rekan guru Menerapkan budaya Positif Dan Peningkatan mutu Pembelajaran yang berpihak pada murid
Testimoni Kepala Sekolah dan Murid tentang saya
Kepala Sekolah
Sukamno,ST
Murid
Salimah Wulan Fitriani
Kegiatan Pembelajaran Berpihak Pada Murid
Metode Joyful Learning
VIDIO Rekan Sejawat dalam Pengimbasan
Susanan Sumi,S.Pd
Kesimpulan
Semoga bermanfaat
BalasHapusSemua program nya bagus pak, semoga bisa membawa nama baik SMP N 6 Sugai Tebelian..
BalasHapusSemoga bisa merjalan dengan efektif dan efisien
HapusLanjut pak Iwan. Jangan lupa perhatikan dalam penggunaan huruf kapital, dan tulisan ada beberapa yang typo. Tetap semangat berkarya 💪
BalasHapusIya B
HapusLengkap PS Iwan,ramah anak,budaya positif, P3, berpihak pada murid
BalasHapusBaru mulai, supaya berjalan dengan efektif dan efisien, terima kasih
HapusTulisannya keren Pak. Isinya mantap, dan menginspirasi.
BalasHapusTerimakasih, mohon masukannya, tanda baca dan dll
Hapus